Banner
psmk.kemdikbud.go.idSPAT
Jajak Pendapat
Menurut anda, tampilan dan manfaat situs ini bagaimana?
Kurang Bagus
Bermanfaat
Bagus
Masih Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 2660157 visitors
  Hits : 2480 hits
  Today : 1197 users
  Online : 30 users
:: Kontak Admin ::

lutpas    kilipx
Agenda
17 October 2019
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Bendera Berkibar di Martopuro

Tanggal : 14-09-2013 12:33, dibaca 1181 kali.

 

Setiap tanggal 17 Agustus, kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya turut berpartisipasi dalam rangka hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 1945 silam, Bapak Ir. Soekarno telah berhasil mengumandangkan Proklamasi kemerdekaan yang menjadikan usia negeri kita telah mencapai 68 tahun. Berbagai acara tentunya dilaksanakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini, misal dari hal kecil saja yaitu menyelenggarakan ajang perlombaan di setiap daerah. Tetapi ada satu acara yang wajib kita ikuti sebagai warga negara Indonesia yang patuh terhadap hukum untuk melaksanakan upacara hari kemerdekaan, mulai dari upacara pengibaran bendera hingga upacara penurunan bendera. Upacara ini tidak hanya dilakukan di Istana Negara saja, tetapi dilaksanakan disetiap daerah diseluruh pelosok negeri.

            MetaReaders, kita tak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta untuk memperlihatkan jiwa-jiwa nasionalis kita lhoo,. Di Lapangan desa Martopuro yang terletak di belakang kantor Komando Rayon Militer, atau yang kita kenal dengan Koramil ini setiap tahunnya mengadakan Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bapak Pramudi Susanto selaku ketua pelaksana melibatkan para pelajar SD/MI SMP/MTs SMK/SMA/MA, guru, petinggi kecamatan maupun desa, Perlindungan Masyarakat (Linmas), TNI AL, Satuan Pengamanan, ataupun pejabat-pejabat tinggi penting. Bukan hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai petugas upacaranya. Upacara Pengibaran bendera dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 09.30 WIB. Kepanitian ini sudah ditetapkan dari Kabupaten Pasuruan. Dimana di kabupaten Pasuruan diadakan Upacara wajib sedangkan di kecamatan termasuk untuk pembinaan. Dengan dipertanggungjawabkan oleh Camat dengan Kepala Polisi Sektor (Kapolsek).

            Pasukan pengibar bendera penjadi icon penting dalam sebuah upacara, pasukan yang sudah dikenal dengan pasukan 170845, ini berasal dari pelajar-pelajar yang tergabung dalam Pasukan pengibar bendera di sekolahnya. Pada tahun 2013 petugas pengibar bendera berasal dari siswa-siswi pilihan dari SMK Negeri 1 Purwosari dan SMA negeri 1 Purwosari. Sungguh kehormatan bagi kita ada perwakilan yang diberi kesempatan mengibarkan bendera Merah Putih dalam Sebuah upacara yang besar.Tetapi ada satu moment juga yang tak kalah penting dalam upacara tersebut. Proklamasi kemerdekaan yang pertama kali di kumandangkan oleh Ir Soekarno, kini setiap tahunnya akan terus dikumandangkan pada saat upacara pengibaran bendera. Detik-detik Proklamasi ini dibacakan sebelum sang saka merah putih dikibarkan. Dengan dibuka dan ditutup dengan adanya penghormatan.

            Tentu demi kelancaran berjalannya acara, sudah ada latihan-latihan yang dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Seperti pasukan pengibar bendera yang latihannya di lapangan Mertopuro, Drum band, paduan suara yang dilatih dari sekolah, dan ada juga yang langsung dilatih oleh panitia. Upacara kenegaraan bersifat militer, maka dari itu ketika ada aba-aba seperti  “Hormat” maka akan menjadi “Hormat Senjata”. Upacara yang dilakukan pada hari sabtu itu berjalan dengan khidmat. Para peserta upacaranya terlihat lebih rapi dari tahun sebelumnya. Kondisi cuacapun cerah dengan kondisi lapangan yang baik juga pastinya akan mempengaruhi juga.

            Dari SMK Negeri 1 Purwosari sendiri mengeluarkan para siswa-siswinya untuk mengikuti upacara pengibaran bendera sebagi peserta yaitu seluruh kelas XII sedangkan untuk penurunannya kelas XI sebagai peserta upacara di Lapangan Martopuro. Selain itu SMK Negeri 1 Purwosari mengadakan upacara hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan basket. Dengan peserta upacaranya diikuti oleh seluruh siswa kelas X dengan petugas upacaranya dari pengurus OSIS besertapetugas pengibaran bendera yang tegabung dalam ektrakurikuler Paskibra.

            Walau kita sebagai pelajar, MetaReaders juga bisa merasakan bagaimana sulitnya perang di masa lampudulu.. tapi tidak perlu dengan bambu runcing atau senapan keluaran terbaru, tetapi cukup angkat pensil dan rajin membaca untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Mari kita perangi kebodohan, menjadi manusia-manusia yang cerdas dan bisa membawa nama baik bangsa Indonesai hingga Internasional. Mari kita wujudkan nasionalisme kita jangan hanya khidmat saat upacara 17 Agustus, tetapi kita juga harus mengikuti upacara setiap hari Senin yang selalu diadakan di sekolah kita. Berpakaianlah yang rapi dengan sikap sempurna dan mengikuti upacara dengan tertib dan disiplin.



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas