Delegasi Ke - 5

2021-08-02 01:01:19 SMKN 1 Purwosari 128

Delegasi Ke - 5 SMK Negeri 1 Purwosari

MERDEKA! Semarak kemeriahan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang kini menginjak tahun ke-68. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia secara resmi bebas dari segala bentuk penjajahan bangsa asing, seperti halnya bangsa Belanda dan Jepang. Dan kini seluruh warga Indonesia bersorak serentak merayakan HUT RI ke-68 dengan berbagai perayaan, tak terkecuali sekolah kita SMK Negeri 01 Purwosari. Namun, jangan mulai perayaan tersebut tanpa adanya upacara bendera. Dalam bentuk menghormati para pejuang terdahulu yang telah berperang demi kemerdekaan Republik Indonesia, dengan hormat mengibarkan Sangsaka Merah Putih. Nah, kali ini kita akan membahas tentang upacara bendera. Upacara bendera yang berbeda dengan upacara bendera yang biasa kita laksanakan. Kalau biasanya kita melaksanakan upacara bendera di tanah lapang yang luas dengan teriknya sinar mentari, serta pelaksanaan yang sangat resmi dan terencana rapi. Yang satu ini berbeda! Meski tetap terencana rapi, namun bedanya pada tempat pelaksanaannya dan tidak terlalu bersifat baku atau resmi. Yakni upacara bendera yang dilaksanakan di alam lepas dengan teman-teman Ekstakurikuler Pecinta Alam (PA) SMK Negeri 01 Purwosari, tepatnya di lereng gunung Arjuna. Delegasi Merah Putih, berikut teman-teman PA menamakan kegiatan tersebut. Delegasi Merah Putih adalah kegiatan rutin ekstrakurikuler Pecinta Alam setiap tanggal 17 Agustus dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, yang kali ini merupakan Delegasi Merah Putih ke-5 dengan sejumlah 22 orang dari teman-teman Pecinta Alam termasuk guru pembina dan crew dokumentasi yang ikut serta dalam kegitan Delegasi Merah Putih. Selain upacara bendera tujuh belas Agustus, adapula beberapa jenis kegiatan lain yang di laksanakan mulai dari pendakian hingga turun. Sebelum melaksanakan pendakian, teman-teman Pecinta Alam serta beberpa guru pembina dan crew dokumentasi melaksanakan kegiatan yang istilahnya ritual wajib bagi teman-teman PA. Yakni dengan meminum satu botol air putih sebanyak 1,5 liter yang harus dihabiskan dengan meminumnya secara bergantian oleh seluruh orang yang akan melaksanakan pendakian tersebut. Tak lupa absen serta cek barang-barang bawaan, dan dilanjutkan dengan do�a kepada Tuhan Yang Maha Esa demi kelancaran dan keselamatan hingga segala kegiatan yang telah terencana selesai. Perjalanan mulai dari SMK, lokasi awal berkumpul hingga pos akhir di lereng gunung Arjuna ini menghabiskan waktu selama lima jam lebih termasuk istirahat di setiap pos yang ada selama pendakian. Sekitar jam lima sore sampai jam setengah sebelas malam. Seolah tak kenal lelah, setelah pendakian tersebut teman-teman PA berlanjut mendirikan tenda dan memasak untuk makan malam bersama. Untuk meredakan dinginnya semilir angin, mereka pun mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, sambil menunggu makanan masak. Dan tak tanggung-tanggung, setelah makan malam teman-teman PA kembali mencari kayu bakar dengan jumlah cukup banyak, setidaknya cukup hingga mentari terbit. Eits! Jangan salah sangka dulu MetaReaders, teman-teman PA ini tidak asal tebang pohon dan seolah-olah menggunduli hutan. Karena mereka telah mendapat materi pembalajaran, mana pohon dan ranting yang boleh ditebang, mana yang tidak boleh. Nah, sebelum kita mengulas tentang upacara bendera, ada satu kegiatan positif yang patut di apresiasi buat teman-teman Pecinta Alam SMK Negeri 01 Purwosari nih! Salah satu kegiatan lain selain upacara bendera tersebut adalah reboisasi, dengan menanam pohon muda jenis cemara kipas sejumlah sebelas pohon. Tepat tanggal 17 Agustus, setelah menikmati sunrise di lereng gunung Arjuna dan makan pagi bersama, teman-teman PA melaksanakan reboisasi. Hal tersebut menunjukkan kepedulian kita terhadap alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah ditunjukkan oleh teman-teman Pecinta Alam SMK Negeri 01 Purwosari. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka bukan hanya singgah dan menikmati keindahan alam, namun juga peduli dengan kelestariannya. Ok! Sekarang kita kilas tentang upacara bendera, puncak dari kegiatan Delegasi Merah Putih. Upacara bendera pada Delegasi Merah Putih tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena memblujaknya pendaki atau Pecinta Alam dari daerah lain. Yup! Teman-teman PA tidak hanya melaksanakan upacara sendiri, namun dengan seluruh pendaki gunung Arjuna yang masih bertempat di pos akhir tersebut, yang berkenan ikut serta dalam pelaksanaan upacara bendera. DI tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaki gunung Arjuna tidak sebanyak tahun ini. Karena 2 tahun terakhir, 17 Agustus bertepatan dengan puasa ramadhan dan lama hari libur yang tak selama tahun ini. Yang pada akhirnya, tanah lapang yang seharusnya menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera jadi penuh dengan tenda-tenda para pendaki. Dengan ramah, teman-teman PA memberitahu pada para pendaki tersebut untuk membongkar tendanya karena akan dilaksanakan upacara bendera. Namun, jelas akan memakan banyak waktu untuk membongkar tenda-tenda tersebut dan membersihkan sampah-sampah yang berserakan. Selain itu, ada beberapa orang yang keberatan karena dia masih akan bermalam lagi di tempat tersebut. Sehingga upacara bendera pun dilaksanakan di halaman depan pos yang tidak terlalu luas. Akan tetapi, seluruh pendaki gunung Arjuna di pos tersebut dengan antusias ikut serta dalam upacara bendera tersebut. Bahkan ada yang berkenan menjadi petugas upacara. Meskipun begitu, tetap ada latihan sebelum upacara bendera dilaksanakan. Dan tepatnya jam sepuluh pagi upacara bendera dimulai. Peluit yang dibunyikan guru pembina menandakan upacara dimulai, petugas menempati tempatnya masing-masing dan seluruh peserta lain agar segera membentuk barisan. Kalau biasanya upacara bendera kita memakai seragam sekolah ataupun seragam dinas yang sama dalam satu peleton atau bahkan sama untuk seluruh peserta, upacara bendera yang satu ini berbeda! Karena setiap peserta memakai baju bebas asalkan rapi dan sopan. Ada yang memakai baju adat Bali, ada yang memakai jaket, belangkon, syal, sandal, beragam deh pokoknya! Namun, upacara ini tetap tertib dan berlangsung dengan hikmat. Teman-teman Pecinta Alam SMK Negeri 01 Purwosari sangat terkejut dengan antusiasme para pendaki lain. Mereka tidak menyangka karena lebih dari 40 orang pendaki lain yang hamper semua orang yang bersinggah di pos tersebut, ikut serta dalam upacara bendera. Bahkan ada yang berkenan membantu untuk ikut menjadi petugas upacara. Patut menjadi kebanggaan juga bagi kita, warga SMK Negeri 01 Purwosari bukan? �Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi pesertanya, lebih hikmat dan tertib, pokoknya lebih dari excited-nya kami tahun ini� ujar teman-teman Pecinta Alam SMK Negeri01 Purwosari. Delegasi Merah Putih.. Merdeka! Red - Dony, Ciagus